Home / Uncategorized / 3 Remaja Nekad Aniaya Siswa SMP Hingga Kehilangan Jari

3 Remaja Nekad Aniaya Siswa SMP Hingga Kehilangan Jari

3 Remaja Nekad Aniaya Siswa SMP Hingga Kehilangan Jari – Firza Heryson (13) yg lagi tengah nongkrong di serang tiga pemuda di Perum Palem Bintaro Kelurahan Pondok Aren, kota Tangerang Selatan, sampai sebabkan jari manisnya diamputasi, lantaran terserang sabetan celurit pemeran.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander menuturkan, menurut laporan yg diungkapkan kakak korban lantas mengamankan tiga pemuda asal Ciledug, kota Tangerang.

” Sehabis kami beroleh laporan, unit Perlindungan Wanita serta Anak Polres Tangsel bergerak serta sukses mengamankan tiga pemeran penganiayaan serta pengeroyokan kepada korban yg masihlah dibawah usia. Mereka diamankan di tempat tinggalnya di lokasi Ciledug, ” ucap Alexander Selasa (20/2/2018) .

Diterangkan dia, peristiwa itu dipicu ketidaksukaan pemeran, yg berasa dipelototi korban waktu sedang berkumpul dengan kawan-kawan mereka di lokasi Pondok Aren, Tangerang Selatan.

” Peristiwa kekerasan kepada anak itu, berasal korban lagi tengah nongkrong berbarengan banyak saksi di TKP. Selanjutnya banyak tersangka berbarengan temannya mendadak menuduh korban udah memukul kawan pemeran lantas pemeran berbarengan kawan temannya memukuli korban serta saksi dengan memanfaatkan celurit, ” jelas Alex.

Dalam pengeroyokan itu, tersangka mengarahkan celurit ke arah kepala korban, akan tetapi ditangkis dengan tangan korban, maka celurit itu perihal telapak tangan kiri korban sampai sobek hingga jari manis.

” Ya karna itu, jari manis tangan kiri korban mesti diamputasi maka sebabkan korban cacat permanen, ” ucap dia.

Tiga pemeran remaja yg diamankan itu merupakan, Rifki Ardiansyah (19) , Rafli (21) serta Adam Bustami (12) sebagai warga Ciledug, kota Tangerang.

Atas tingkah lakunya, pemeran dijerat pasal 170 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara 5 th.. Dan tersangka dibawah usia dijerat Pasal 80 ayat (2) UU RI No. 35 th 2014 atas pergantian UU RI No. 23 th 2002 perihal Perlindungan Anak Jo pasal 170 KUHPidana.

Dari peristiwa itu, Polisi ikut mengambil beberapa barang untuk bukti bersifat hasil visum serta busana bernoda darah punya korban. Sesaat barang untuk bukti celurit yg dimanfaatkan pemeran, masihlah di cari lantaran dibuang banyak pemeran.

About admin

Agen Judi