Dosen Pengetahuan Komunikasi Kampus Brawijaya Sebagai Korban Perbuatan Jahil Netizen

Dosen Pengetahuan Komunikasi Kampus Brawijaya Sebagai Korban Perbuatan Jahil Netizen – Polres Malang Kota mulai mendalami laporan yg dilayangkan Maulina Pia Wulandari, dosen Pengetahuan Komunikasi Kampus Brawijaya sebagai korban perbuatan jahil netizen.

” Laporan udah kami terima, bab seorang sebagai korban, satu diantaranya fotonya diedit serta di-posting di social media. Kami tetap mendalami perkara ini dengan mengerjakan titel masalah awal, ” jelas Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, Jumat (27/7/2018).

Menurut dia, titel masalah ini memiliki tujuan mendalami aliran moment tindak pidana yg berlangsung sampai menimbulkan pelapor berubah menjadi korban.

” Pastinya penyidik bakal mengharap info saksi korban serta mendalami barang untuk bukti atas tindak pidana yg berlangsung. Tidak cuman info saksi beda juga diperlukan dalam usaha lengkapi alat bukti, ” jelas Asfuri.

Bab ciri-ciri pemeran atau netizen yg mengubah serta mengupload poto korban, Asfuri mengatakan, penyidik dapat mengharap info dari pemilik account itu. Dikabarkan awal kalinya, ciri-ciri netizen iseng itu udah dikantongi oleh pelapor.

Asfuri lantas mengharapkan bagian sepanjang penyelidikan lekas di lewati selekas-lekasnya, sedikitnya buat menyatukan dua alat bukti buat penuhi syarat-syarat berkas.

” Kemungkinan, lihat kelak dari proses penyelidikan. Sesaat ini, penyidik baru bergerak buat merampungkan masalah yg udah dilaporkan oleh korban, ” tegasnya

Pia ceritakan, poto dirinya sendiri yg memakai kebaya warna merah diedit serta ditebar di social media oleh pelaku netizen, yg lantas viral di kelompok WhatsApp atau social media yang lain. Berita itu di terima Pia dari mitranya sesama dosen di lingkungan Kampus Brawijaya.

Terhadap, Pia mengakui langkah hukum yg diambil ialah bentuk edukasi khalayak, terlebih pemeran dalam memanfaatkan social media.

” Ujarnya pimpinan dari pemeran bakal berikan sangsi tegas. Apabila benar silahkan dilaksanakan, arah hukum saya tempuh, pula sebagai evaluasi biar bijak serta bermartabat dalam memanfaatkan sosial media, ” pungkasnya terpisah.