Home / Peristiwa / Kisah Taruna IPDN Yang Galak |Peristiwa

Kisah Taruna IPDN Yang Galak |Peristiwa

Kisah Taruna IPDN Yang Galak |Peristiwa, Ketua Pusat Politik dan Keamanan (PSPK) Kampus Padjadjaran Muradi menilai bahwa universitas Institut Pemerintahan Dalam Negara (IPDN) mengadopsi 80 prosen pendidikan militer. Kultur militer itu dimanfaatkan buat menjaga disiplin. Tapi justru potensi militeristik yang tidak dikontrol tersebut menimbulkan arogansi yang tidak disukai penduduk.

Sehingga dari itu tidak heran apabila berlangsung pemukulan seperti pada Kamis (19/11) silam. Dua taruna akademi militer (Akmil) asal Magelang, Jawa Tengah, yang sedang lakukan acara kunjungan taruna 2015 dipukuli oleh lima praja IPDN. Sersan taruna UDP dipukul di sektor dada kiri dan ulu hati. Sedangkan sersan taruna R di sektor ulu hati sejumlah dua kali.

“Jadi mereka konsisten merasa bahwa lebih militer dari militer. Setiap tahun yang namanya IPDN itu, tarunanya senantiasa tawuran sama penduduk setempat. Itu semacam ritual. Dikarenakan masyarakat lokalnya gak gemar bersama model IPDN yang arogan. Itu nyaris tiap tahun (tawuran),” ucap Muradi kala dihubungi merdeka.com, Senin (30/11).

Muradi memaparkan bahwa kebiasaan suka melaksanakan kekerasan itu jadi kultur yang susah dihindari. Aspek ini berlainan bersama kultur pendidikan di Akmil atau Akpol. Jelasnya di Akmil dan Akpol peserta didik dipoles bersama pemahaman kurang lebih HAM.

About admin

Agen Judi