Mardani Menyebutkan Ada Dua Polisi Yang Mengontrolnya

Mardani Menyebutkan Ada Dua Polisi Yang Mengontrolnya – Deklarator #2019GantiPresiden Mardani Ali Sera penuhi panggilan polisi buat berikan info berkenaan pelemparan bom molotov ke tempat tinggalnya beberapa minggu waktu lalu. Mardani ditanyai beberapa hal.

Pengecekan itu dilaksanakan Polres Bekasi, Jumat (27/7/2018). Pemungutan info Mardani dilaksanakan di Polsek Pondok Gede.

” Di tanya apa yg berlangsung. Baru bisa informasi terperinci dari reserse kalau dua botol berisi Pertamax itu udah dilepas. Satu tiba di halaman teras yg berkeramik serta udah terbakar sumbunya. Alhamdulillah tak terbakar. Satu lagi andil serta menggelinding diatas serta jatuh ke jalanan depan rumah. Alhamdulillah-nya tak pecah, ” kata Mardani kala dilakukan konfirmasi.

Mardani menyebutkan ada dua polisi yg mengontrolnya. Pengecekan sejak mulai waktu 09. 20 WIB.

” Polisi memaparkan udah mentrace enam titik buat diambil rekaman nomer HP di lebih kurang tempatnya. Teorinya apabila ada pemilik HP yg terdekteksi pada waktu 03. 00 WIB pagi hari dalam situasi bergerak ada peluang itu yang bisa dikilas-balik, ” jelas Mardani.

Ketua DPP PKS ini menyebutkan polisi udah bekerja sama-sama dengan pihak Jepang buat proses penyelidikan seterusnya.

” Polisi sudah bekerja sama-sama dengan JICA (Jepang) buat melihat sidik jari, ” ujarnya.

Rumah Mardani di Jalan Ahmad Madani, Jatiwarna, Pondok Gede, Bekasi, dilepas molotov oleh orang gak diketahui. Moment itu berlangsung pada Kamis (19/7) pagi hari.

Yang tinggal dalam rumah tak paham terdapatnya peristiwa itu serta awalannya cuma menyangka ada buah jatuh diatas awning garasi. Diketemukan botol berisi bensin yg tetap utuh. Belum juga didapati motif pelemparan molotov itu. Selama ini, tidak cuman Mardani, udah 5 orang yg dikontrol polisi berkenaan pelemparan molotov dalam rumah Mardani.