Home / kriminal / Modus Obat Herbal Yang Digunakan Investasi Bodong

Modus Obat Herbal Yang Digunakan Investasi Bodong

Modus Obat Herbal Yang Digunakan Investasi Bodong – Polres Klaten buka modus investasi bodong yg dilaksanakan bos PT Krishna Alam Sejahtera, Alfarizi. Modusnya merupakan memutar uang pendaftaran partner baru buat berikan penghasilan atau keuntungan terhadap partner lama.

Nyata-nyatanya modus obat herbal melalui langkah partner yg melaksanakan pengeringan jamu sebatas akal-akalan pemeran. Jamu yg dikeringkan partner seusai disetorkan dibasahi setelah itu dikeringkan oleh partner yang lain.

Buat masuk berubah menjadi partner, penduduk mesti membayarkan uang pendaftaran sesuai sama paket yg di ambil. Ada tiga paket, ialah sejumlah Rp 8 juta, Rp 16 juta serta Rp 24 juta.

Seusai mendaftarkan, partner dapatkan perabotan buat kerja, seperti oven sampai beberapa bahan jamu. Partner cuma bekerja mengeringkan bahan jamu yg basah.

Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi mengemukakan pengeringan bahan jamu sebatas akal-akalan Alfarizi. Upaya itu dilaksanakan buat mempermainkan partner.

” Itu bahan jamu yg diberikan ke partner kan basah, lalu pekerjaan partner mengeringkan lalu disetor. Kelak bahan itu dibasahi lalu diberikan ke partner yang lain biar dikeringkan partner yang lain. Jadi cuman muter saja, ” kata Kapolres, Kamis (18/7/2019) .

Sekali setor dalam 1 minggu, partner dapat mendapat penghasilan sesuai sama paket yg ia turuti. Paket pertama dengan cost Rp 8 juta dapatkan Rp 1 juta, setelah itu paket Rp 16 juta dapatkan Rp 2 juta serta paket Rp 24 juta dapatkan Rp 3 juta.

” Jadi uangnya cuma diputar-putar saja. Yg pertama nyetor lancar, yg terakhir pusing gak bisa, ” pungkasnya.

Menurut Kapolres, Alfarizi sebagai residivis perkara yg sama di Yogyakarta pada tahun 2009. Kala 2013, ia kembali mengawali upaya yg sama.

” Tahun 2013 ia buka kantor PT Sekar Jagad di Purbalingga. Lalu tahun 2019 ini buka PT Krishna Alam Sejahtera di Klaten, ” ujarnya.

Sesaat Alfarizi masih berdalih atas tingkah lakunya. Diakui dia tak punya maksud menipu, akan tetapi ia masih makan waktu mengelola izin edar produknya.

” Bukan penipuan, ini udah melalui notaris, masih mengelola izin edar. Partner yg udah melakukan kita penghasilan, sesaat kita bayar penghasilan gunakan uang pendaftaran partner sembari tunggu izin edar keluar, ” kata Alfarizi.

Menurut dia, produk bahan jamu yg bakal ia edarkan cukup buat tutup penghasilan banyak partner. Sampai ia berani memanfaatkan uang pendaftaran partner baru lebih dahulu.

” Bila jadi obat, dibuat kapsul, sebut 25 kg diselesaikan hingga jadi dapat laris Rp 25-30 juta. Jadi produk yg dilabel dapat diberikan toko obat atau apotek, ” ujarnya.

About penulis77

Agen Judi