Home / berita umum / MUI Blitar Larang Rayakan Hari Valentine Karena Khawatir Melanggar Syariat Islam

MUI Blitar Larang Rayakan Hari Valentine Karena Khawatir Melanggar Syariat Islam

MUI Blitar Larang Rayakan Hari Valentine Karena Khawatir Melanggar Syariat Islam – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Blitar keluarkan fatwa larangan rayakan Hari Valentine lantaran di cemaskan, dalam praktiknya malah melanggar Syariat Islam. Larangan itu mengacu pada fatwa yang sudah dikeluarkan MUI Jawa timur.

Jadi pada 14 Februari kelak, MUI ajak segala umat Islam buat mengingat kembali hakekat ajaran kasih sayang. Kasih pada sama-sama manusia serta mahkluk Tuhan yang lain buat terciptanya kedamaian.

Humas MUI Kabupaten Blitar Jamil Mashadi menyebutkan, fatwa itu buat memberikan perlindungan pada umat Islam. Biar arti ajaran kasih sayang tdk alami distorsi serta diimplementasikan pada pekerjaan yang melanggar etika serta syariat Islam.

” Ini fatwa MUI Jawa timur, bila pusat malahan belum pula. Fatwa ini arahnya memberikan perlindungan pada umat Islam. Jangan lantas hakekat kasih sayang diimplementasikan dalam pekerjaan yang melanggar etika serta syariat Islam, ” kata Jamil di kantornya, Jalan A Yani Kota Blitar, Senin (11/2/2019) .

Menurut Jamil, sekarang ini tengah berkembang ketidaksamaan persepsi sehubungan perayaan Hari Kasih Sayang atau Valentine Day. Bila implementasi kasih sayang itu memperingatkan kita akan utamanya mengasihi serta menyayangi sama-sama Muslim serta mahluk Tuhan yang lain, karena itu diperbolehkan.

Tapi bila perayaan Valentine lalu dikaitkannya dengan ajaran agama berbeda serta umat Islam menirunya, itu baru dapat disebutkan haram. ” Mantasabaha Fahuwa Minhum, siapa yg mencontoh rutinitas satu golongan, karena itu orang itu akan dijatuhi hukuman seperti yang ditirunya, ” tambah Jamil.

Jamil memandang, rayakan hari kasih sayang itu termasuk juga Beribadah muamalah. Berarti, kaidahnya semua bisa, sampai ada nash atau dalil yang dengan tegas melarang.

Agar Umat Islam terutama generasi muda tdk terkooptasi pada distorsi arti, karena itu menurut Jamil, lebih aman bila ada fatwa larangan merayakannya. Tambah lebih berfaedah, bila di hari itu siswa-siswa sekolah datang ke temannya yang tengah sakit, memberikannya perlindungan atau membuat doa bersamanya.

Di tahun politik ini, MUI pun memperingatkan hakekat kasih sayang pada sama-sama mahkluk Tuhan. Dengan basic kasih sayang itu, dikehendaki tdk ada karakter iri, dengki serta tidak suka. Dengan kasih sayang, tdk ada tempat untuk yang sama-sama mempersalahkan, sama-sama mencela serta menyebar kedengkian.

” Mari bersama dengan kita tambahkan Uhkuwah Islamiah, Uhkuwah Watoniah jika kita saling masyarakat NKRI, sama-sama mahkluk Allah buat sama-sama menyayangi, ” tuturnya.

About admin

Agen Judi