Pemerintah Berikan Pantauan Untuk Terhindar Dari Kekerasan Atau Perceraian

Pemerintah Berikan Pantauan Untuk Terhindar Dari Kekerasan Atau Perceraian – Social media di gemparkan dengan berita dua bocah berumur 14 serta 15 th. menikah di Kalimantan Selatan.Kementerian Pemberdayaan Wanita serta Perlindungan Anak (PPPA) memiliki rencana berikan pendampingan terhadap pasangan itu.

” Kementerian akan juga berusaha pendampingan serta pemantauan pada pasangan ini utk menghindar peluang kekerasan dalam rumah tangga atau perceraian, ” kata Sekretaris Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu dalam info, Minggu (15/7/2018).

Gak cuma itu, Kementerian PPPA akanlah tetap meyakinkan hak-hak seperti pendidikan serta kesehatan anak itu tercukupi.Pribudiarta juga mengharap pasangan itu tidak untuk nikah dengan sah menurut negara.

” Dan tak mengerjakan perkawinan yg disadari negara sampai usianya udah siap sama sesuai Undang-Undang yg berlaku, ” imbuhnya.

Pribudiarta juga mengemukakan Menteri PPPA Yohana Yembise benar-benar menyayangkan perkawinan anak yg kembali berlangsung di Desa Tungkap, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.Menurut Yohana perkawinan anak tak bisa ditoleri.

” Kita tak bisa mentolerir serta menampik perkawinan umur anak, lantaran bukan hanya adalah keperluan terpilih buat anak, ” kata Pribudiarta mengambil penyataan Yohana.

Di awalnya didapati, viral pernikahan sepasang bocah mempelai pria berumur 14 th. serta mempelai wanita berumur 15 th. di Kalimantan Selatan.Pernikahan dilaksanakan di tempat tinggal nenek mempelai pria, di Kabupaten Tapin pada Kamis, 12 Juli 2018 sekira jam 20.30 Wita.

Pasangan ABG itu nyata-nyatanya menikah dengan siri. ” Itu pernikahan siri, ” kata Kabid Humas Polda Kalsel AKBP Muhammad Rifai kala dihubungi, Sabtu (14/7).