Pengembangan Ekonomi Dari Kabupaten Jombang Yang Bagus

Pengembangan Ekonomi Dari Kabupaten Jombang Yang Bagus – Kecuali Wonosalam, Desa Jatirejo, Diwek, Kabupaten Jombang juga jadi penghasil salak paling besar di Jombang. Kebun masyarakat ditempat sejumlah besar ditanami salak. Penanaman buah ini dijalankan dengan cara organik.

Sayangnya, kala panen raya datang harga salak di kampung ini anjlok. Seperti waktu ini, salak organik cuma dihargai Rp 5 ribu/Kg.

Keadaan berikut yg dipakai ibu-ibu PKK mau bikin beragam makanan bahannya buah salak hingga dapat menaikkan nilai ekonomis salak. Diantaranya dengan membuat dodol salak.

” Kami memanfaatkan salak yg tak terjual biar gak terbuang buang waktu, ” kata anggota PKK Desa Jatirejo Lutfiyati (35), Rabu (8/8/2018).

Dengan bekal kursus yg diperoleh bersama-sama ibu-ibu PKK yang lain di Desa Jatirejo, dia memproses salak organik jadi dodol. Biar cita berasa makin legit, mereka memanfaatkan gabungan tepung ketan.

Proses pembuatan dodol salak oleh ibu-ibu PKK Desa Jatirejo gak jauh beda dengan pembuatan dodol ditempat lainnya. Awal mula salak yg telah dikupas serta dibuang bijinya, digiling dengan mesin. Gilingan buah salak lantas di campur dengan bahan lainnya. Diantaranya tepung ketan.

Mau bikin adonan dodol salak, mereka memanfaatkan mesin yg termasuk mutakhir. Dengan mesin ini, mereka gak butuh repot mengaduk adonan. Ditambah lagi mesin ini diperlengkapi tungku pemasak. Hingga tinggal menanti kurang lebih 4 jam, adonan telah jadi kenyal.

Sehabis dingin, dodol salak di loyang dipotong jadi ukuran standard dodol umumnya. Baru lantas dikemas dengan logo Jenang Salak Asli Jombang.

” Keunggulan jenang (dodol) salak disini memanfaatkan bahan salak organik. Hingga tanpa bahan kimianya, ” jelas Lutfiyati.

Harga dodol salak buatan ibu-ibu PKK Jatirejo termasuk ramah di kantong. Tiap-tiap kilogramnya, dodol salak ini cuma Rp 65 ribu.

” Sekian lama ini kami tetap sekedar melayani pesanan, ” tandas Lutfiyati.